Jumat, 18 Juni 2010

Sahabat

Sahabat mungkin tidak selalu ada disamping kita, tapi seorang sahabat akan sebisa mungkin berusaha untuk selalu ada disaat kita sedang membutuhkan. Setidaknya itu yang saya rasakan…

Di Matematika saya memiliki beberapa orang sahabat. Kita sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan makanan. Bedanya ada yang senang masak, ada yang senang mengumpulkan makanan, dan ada yang senang makan saja (sepertinya saya termasuk golongan yang ketiga karena sampai saat ini saya belum hobi dengan yang namanya memasak). Disini kita belajar untuk mendalami dan memahami karakter yang dimiliki setiap orang. Perbedaan karakter yang kita miliki dapat dikatakan cukup ekstrim, mulai dari yang sangat kaku sampai yang sangat lembut. Satu hal yang saya sukai dari persahabatan kita adalah setiap orang tidak pernah mengatur yang lainnya. Yang biasanya dilakukan hanya memberi saran dan selebihnya keputusan ditentukan oleh diri sendiri.

Kita dapat membedakan kapan saatnya harus bersikap sebagai sahabat, sebagai rekan organisasi, sebagai seorang mahasiswa, dll. Terkadang kita bisa berdebat dalam organisasi karena perbedaan pemikiran tetapi saat keluar ruangan kita bisa langsung berhaha hihi ria menjadi seorang sahabat. Indah ya… Saya juga ingat masa-masa yang cukup berat saat ujian ANUM selama 4 hari 5 malam, akan tetapi tidak ada satu orang pun diantara kita yang berniat untuk bekerjasama padahal jika mau kesempatan itu terbuka sangat lebar karena ada tugas yang memang dikerjakan malam hari dikosan. Kepercayaan yang diberikan dosen benar-benar kita pegang. Menurut saya itulah persahabatan yang sebenarnya, persahabatan yang tidak buta, yang saling menghargai, saling mengingatkan, dan tetap memegang nilai-nilai yang berlaku.

Terkadang kita bertengkar untuk sesuatu hal. Maklum semakin banyak kepala maka semakin banyak pula perbedaan pemikiran. Akan tetapi itu saya anggap hanyalah riak-riak kecil yang menjadi pemanis dalam cerita persahabatan kita. Saya senang sekali jika berkumpul bersama mereka, kita dapat bebas berekspresi dan selalu ada hal menarik untuk saling berbagi cerita. Banyak tempat dan peristiwa yang menjadi kenangan…

Seiring dengan berjalannya waktu setiap orang harus menempuh jalannya masing-masing. Sedih sekali saat waktu perpisahan itu datang. Akan tetapi sudah menjadi sunatullah dimana jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tidak ada yang abadi di dunia ini…

Sahabat-sahabatku…
terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang tulus
terima kasih untuk warna yang telah ditorehkan
terima kasih untuk perhatian yang diberikan
terima kasih untuk pelajaran yang kita dapat bersama
terima kasih telah menerima saya apa adanya
terima kasih untuk semuanya…
Meskipun terpisah jarak, semoga Allah senantiasa menjaga ikatan hati diantara kita…

Pertama kali terbit: January 28, 2009 @ http://yana38.blog.friendster.com/2009/01/sahabat/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar