Rabu, 18 Agustus 2010

Tafsir Q.S. Al Hijr ayat 9

Surau Ramadhan Fasikom hari ini membahas mengenai tafsir Q.S. Al-Hijr ayat 9 yang artinya:

"Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Adz-Dzikir (Al-Qur'an) dan sesungguhnya Kami pula yang memeliharanya (menjaganya)". (Q.S. Al-Hijr: 9)

Dalam ayat diatas Allah menyebut dirinya sendiri dengan kata "Kami". Menurut kaidah bahasa Indonesia, kata "kami" biasanya digunakan untuk merujuk pada orang pertama jamak. Padahal Kami dalam ayat diatas merujuk hanya pada Allah semata (tunggal). Penggunaan kata "Kami" dalam ayat tersebut setidaknya memiliki dua makna, yaitu:
- Allah sedang mengagungkan diri-Nya.
Apakah dikatakan sombong jika Allah mengagungkan dirinya sendiri? Tentu saja tidak, karena memang Allah maha segala-galanya, tidak ada satupun yang dapat menandingi kuasa-Nya. Yang tidak boleh adalah jika manusia mengagung-agungkan dirinya sendiri, karena hal tersebut dapat menyebabkan tumbuhnya sifat sombong.
- Allah ingin melibatkan makhluk-Nya terhadap apa yang Dia kehendaki.
Pada ayat diatas dikatakan "Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Adz-Dzikir (Al-Qur'an) ...". Maksud kata "Kami" dalam kalimat tersebut adalah terdapat makhluk Allah yang dilibatkan dalam proses turunnya Al-Qur'an, yaitu malaikat Jibril yang bertugas untuk menyampaikan wahyu kepada nabi Muhammad S.A.W. Lanjutan ayatnya: ".... dan sesungguhnya Kami pula yang memeliharanya (menjaganya)". Salah satu cara Allah untuk menjaga Al-Quran yaitu dengan melibatkan para penghafal Al-Qur'an. Dengan adanya para penghafal Al-Quran maka apabila terdapat kesalahan sedikit saja dalam penulisan atau pembacaan Al-Quran maka akan segera diketahui. Dengan demikian kemurnian Al-Quran akan tetap terjaga hingga akhir zaman.

Jadi secara garis besar inti dari ayat diatas adalah:
Allah yang menurunkan Al-Quran dan Allah pula yang akan menjaganya hingga akhir zaman. Jika Allah menjaga Al-Quran maka Allah akan menjaga ahlul qur'an (para penghafal Al-Qur'an) pula. Sebagai contoh di Palestina, secara hitung-hitungan matematika seharusnya Palestina sudah hancur sejak lama karena menghadapi gempuran yang hebat dari berbagai pihak. Tapi pada kenyataannya tidak demikian, Palestina tetap ada hingga saat ini. Mungkin inilah salah satu wujud kebesaran Allah karena disana banyak terdapat para penghafal Al-Quran sehingga Allah tetap melindungi mereka. Di negara tersebut terdapat lebih dari 53000 anak dibawah 15 tahun yang telah mampu menghafal Al-Qur'an sebanyak 30 juz.

Adapun ciri-ciri dari Ahlul Qur'an adalah:
1. Golongan orang-orang yang suka membaca Al-Qur'an
2. Golongan orang-orang yang suka melakukan tadarus Qur'an. Tadarus Qur'an bukan sekedar membaca, tetapi juga memahami maknanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar