Jumat, 20 Juni 2014

Games

Kalau banyak orang senang refreshing dengan cara bermain games melalui gadgetnya, tidak demikian dengan saya. Kenapa saya tidak terlalu suka games?? karena games bisa bikin kecanduan. Kalau kecanduannya seperti ngerjain matematika ga masalah, masih banyak manfaatnya. Sayangnya yang saya rasakan ketika  kecanduan games itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Jadi pernah satu waktu iseng download games entah apa namanya (lupa). Permainan di stage satu mudah, stage dua masih mudah juga, dan seterusnya sampai diatas stage sepuluh mulailah saya harus berpikir lebih dalam menentukan strategi untuk memenangkan permainan. Meskipun harus beberapa kali mengulang tapi masih bisa lolos terus sampai stage 19. Tingkat kesulitan semakin tinggi di stage 20, dan yosh.... sy gagal terus di stage ini. Mulailah disini ego muncul, ga terima aja masa ga bisa 'menaklukan' game ini, jadilah nyoba terus...terus... dan terus sampai akhirnya berhasil.. Yeay.... Berhasil menaklukan stage 20 penasaran dong ingin lanjut ke stage 21, ingin tahu segimana sih susahnya, semakin merasa tertantang untuk bisa melewati stage ini, maka jadilah saya lanjutkan ke stage 21. Daaaan.... tahu apa yang terjadi??... nyaris sama dengan di stage 20, ga berhasil-berhasil.. Tapi ya penasaran, jadi tetap berusaha 'menaklukan' permainan dengan mencoba beberapa strategi.

Selama satu minggu sy kecanduan games, sampai akhirnya pada suatu waktu Allah mengingatkan (lupa juga kejadiannya apa) dan membuat saya tersadar bahwa saya menghabiskan terlalu banyak waktu untuk hal yang sia-sia. Setelah direnungkan kembali, selama satu minggu itu saya bisa tahan bermain dari siang atau setelah magrib sampai dini hari (sekitar jam 2 atau 3 a.m.). Bisa dibayangkan apa kabar dengan ibadah?? tahajud malas karena mata terasa lelah dan subuh terlambat bangun. Lantas bagaimana dengan belajar dan aktifitas di pagi dan siang hari???.. yups... tidak maksimal bahkan berantakan karena ngantuk dan badan kurang fit. Pekerjaan banyak yang terbengkalai. Semenjak saat itu akhirnya saya uninstall games-games yang ada di gadget. Kalaupun saat ini masih ada games yang tersisa tinggal balap mobil, itupun jarang dimainkan. Selebihnya games untuk keperluan krucil... 



.    

Selasa, 13 Mei 2014

Dear Diary,

Beberapa waktu yang lalu sy menyimak obrolan ibu-ibu tentang mendidik anak. Duh.. rasanya nyut-nyutan baca berbagai kasus anak dan remaja yang tidak bisa lagi disebut sekedar kenakalan anak-anak. Hal yang menarik adalah ketika membahas pentingnya melakukan controlling dan monitoring anak, baik di dalam maupun di luar rumah. Diary.... kenapa ya disini saya merasa ada sesuatu yang miss, tapi belum tau pastinya apa. Kalau kuncinya ada di controlling dan monitoring, memangnya sejauh mana kita bisa memonitor seorang anak yang notabene adalah makhluk hidup yang selalu bergerak dinamis?. Jangankan diluar rumah, bahkan di dalam rumahpun seringkali kita tidak tahu apa yang dilakukan seorang anak dengan gadgetnya atau fantasinya. Disinilah yang sy merasa miss, ada sesuatu yang hilang dan belum sampai ke akarnya. Lantas bagaimana dengan 'self immunity' sehingga seorang anak bisa dengan refleks menangkal pengaruh negatif yang muncul baik dengan ataupun tanpa pengawasan orang lain?. Mungkin perlu menerapkan konsep ihsan ya... tapi gimana caranya???... binguuuung... belum sampai ilmunya... Pada akhirnya ditengah kebingungan dan kekhawatiran kita selalu bisa berharap pada Penjaga Terbaik, Penjaga Yang Tak Pernah Tidur, Dia yang dengan pandangannya selalu mampu untuk menjangkau apa yang kita tidak mampu untuk melihatnya.

.

Minggu, 04 Mei 2014

Tentang Langit dan Anak Panah

Hai Diary,

Pekan kemarin merupakan hari-hari luar biasa bagi sy. Up and down yang sukses membuat sy meletup-letup. Rangkaian kejadian yang mengandung banyak sekali hikmah, bahwa untuk melewati satu fase kita hanya perlu terus bergerak serta memohon pada penguasa bumi dan seluruh isinya. Ketika satu jalan tertutup, maka Dia akan membukakan jalan lainnya.

Saya kembali diingatkan bahwa jika  diatas langit masih ada langit, lantas apalah lagi yang dapat disombongkan. Melesatkan sebuah anak panah memang mudah, tapi ketika dilakukan dengan 'sembrono' dan tergesa-gesa tanpa tahu objek, konteks, dan situasi pada akhirnya ia dapat melesat tak tentu arah, menggores tempat yg tak semestinya. Pada akhirnya diperlukan kelapangan hati dan jiwa yang besar untuk dapat memaknai setiap goresan  dengan bijak.

Oya diary, kemarin juga saya ditunjukan bahwa apa yang ada di muka bumi ini memang diciptakan berpasang-pasangan sesuai dengan jenisnya. Rasanya sy harus membuka kembali check list  yang pernah disusun dan bertanya pada diri sendiri "sudahkah saya seperti itu?".

Terakhir,  sy ingin mengucapkan terimakasih karena secara tidak langsung bisa belajar banyak dari sebuah cerita yang mungkin dilukiskan tak sengaja, entah sekedar gurauan atau memang wujud letupan ekspresi tanpa kendali. Whatever... Thankyou so much..

Case closed... Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, selalu ada hal yang patut disyukuri. Mari mulai minggu ini dengan ceria :D :D :D
.

Minggu, 13 April 2014

Kilas Balik

Hallo Diary,

Belakangan ini saya kembali membuka dan mengingat beberapa catatan yang telah dibuat. Hmmm... ternyata banyak pergeseran yang terjadi. Sebuah gambar juga mengingatkan sy tentang tujuan yang pernah ditorehkan, tujuan yang mulai terlupakan. Saatnya untuk berbenah, meluruskan niat, mengembalikan yang terlupa, dan melangkah lagi. Semoga Allah menjaga setiap langkah kita... Aamiin

.

Sabtu, 12 April 2014

:D :D :D

Ada tempat dimana sy hampir selalu senang ketika menginjakan kaki didalamnya.
Ada tempat dimana sy selalu merasa jatuh cinta ketika masuk ke dunianya.
:D :D :D
.

Sabtu, 08 Maret 2014

]{}<>&_%\...¥

Dear sir,
It's hard for me... But I remember what you said:
"Yana, merubah keadaan itu tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu waktu & kesabaran, bisa sebulan, dua bulan, setahun, dua tahunbahkan bisa jadi sampai kita tutup usia belum ada perubahan yg signifikan". Tidak ada yg pernah  sia-sia dari usaha yang telah dilakukan. 
I'll try sir... Thanks for your patience & thanks for your careness. Hope Allah always bless you and your family.
.

Sabtu, 01 Maret 2014